Dilema Anak Rantau: Menganggur tapi Tak Bisa Pulang Kampung karena Wabah Corona.

loading...
loading...
Anak rantau baru nih ... via https://unsplash.com

Sasmito (24), pria asal Banjarnegara, Jateng, tengah menghadapi kebingungan. Kontrak kerjanya di Cikarang habis sejak awal 2020. Ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan baru sejak saat itu. Pulang kampung pun bukan pilihan tepat di tengah pandemi virus corona.  

"Sekarang banyak lokasi penyalur kerja pada tutup, namanya orang perantauan pasti bingung untuk biaya sehari-hari kalau tidak kerja," ungkap Sasmito, Kamis (26/3).  

Untuk mencukupi kehidupannya di rumah indekosnya, ia hanya mengandalkan tabungan yang sudah ia kumpulkan. Ia telah menjadi pekerja pabrik kurang lebih 5 tahun.  

"Dari tabungan sebelum kerja kemarin, dipakai sebaik mungkin," tambahnya.  

Karena kondisinya yang masih menganggur, ia juga telah berhenti mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya di kampung.  

Sasmito sempat terpikir untuk pulang ke kampung halamannya. Akan tetapi, keinginan itu diurungkan karena berada di zona merah pandemi virus corona.  

"Kondisi mau pulang juga risiko, di perantauan juga biaya cukup enggak cukup," keluhnya.  

Sasmito mengaku terakhir kali pulang ke kampung halamannya pada Desember 2019.  

Ia juga telah menyampaikan kondisinya kepada keluarganya di tengah wabah corona. 

Kini, Sasmito tak mempunyai banyak pilihan. Selain kesusahan mencari pekerjaan baru, ia juga tidak bisa bepergian ke mana-mana. 

"Dengar informasi [dari lingkungan sini] kalau bisa jangan kemana-mana dulu," ujarnya.

loading...
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...